Kini masyarakat memiliki kesempatan untuk membeli kediaman bersejarah milik John Hancock, orang pertama yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan pada tahun 1776.
Ditawarkan oleh Landvest real estate, rumah seluas 5,748 kaki persegi yang pernah dimiliki oleh John Hancock, Gubernur pertama Massachusetts dan Presiden Kongres Kontinental Kedua, saat ini dijual. Properti ini terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional dan digambarkan sebagai “properti terakhir di Boston yang terkait dengan bapak pendiri tersebut.”
Harga permintaan untuk properti ini tersedia berdasarkan permintaan.
Berdasarkan situs web Landvest, “Residensi ini memiliki tiga lantai dengan banyak elemen interior Gaya Georgia yang terakhir yang masih terjaga, menjadikannya struktur khas dari pertengahan tahun 1700-an yang masih berdiri di pusat Boston.”
Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor hukum.
Berlokasi di Jalur Kebebasan yang terkenal di Boston, penawaran ini menyoroti kedekatan properti dengan lokasi kunci: “Properti ini hanya beberapa menit dari Balai Kota, Faneuil Hall, Stasiun Utara, dan stasiun T Haymarket dan Pusat Pemerintahan. Juga hanya berjalan kaki singkat melintasi Greenway ke North End, Waterfront, dan layanan feri komuter Pelabuhan Boston,” demikian penjelasan dalam penawaran tersebut.
Membeli Rumah John Hancock
Tidak seperti penawaran real estat pada umumnya, harga untuk rumah bersejarah ini hanya tersedia berdasarkan permintaan. Calon pembeli harus mengunjungi Landvest.com untuk menyatakan minat mereka dan menjadwalkan tur properti.
Agen real estat yang menangani penjualan, Dave Killen, dapat dihubungi di (508) 451-0020.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa kota Boston menilai nilai properti tersebut sebesar $1,6 juta.
Fakta Penting tentang John Hancock
John Hancock tidak hanya terkenal karena perannya sebagai Presiden Kongres Kontinental Kedua dan Gubernur pertama Massachusetts, tetapi juga sebagai penandatangan pertama Deklarasi Kemerdekaan. “Kekayaan dan pengaruhnya sangat penting dalam mendukung gerakan kemerdekaan Amerika,” catat sumber seperti History Channel.
Karier politik Hancock dimulai di Boston sebagai anggota dewan pada tahun 1765, yang akhirnya membawanya menjadi anggota legislatif kolonial Massachusetts saat Parlemen Inggris mulai memberlakukan undang-undang pajak yang memicu Revolusi Amerika—periode penting yang sangat melibatkan Hancock.
Pada tahun 1768, konfrontasi langsung Hancock dengan Inggris terjadi ketika mereka menyita kapal dagangnya, Liberty, di Pelabuhan Boston. Pejabat bea cukai Inggris mengklaim ia telah membongkar muatan secara ilegal tanpa membayar pajak yang due. “Insiden itu membuat Hancock menjadi pahlawan di Boston dan memicu protes luas oleh penduduk lokal,” menurut History Channel.
Tanda tangan Hancock yang flamboyan di Deklarasi Kemerdekaan adalah legendaris; dikatakan ia menandatanganinya dengan berani “agar raja Inggris tidak memerlukan kacamata untuk membacanya,” seperti yang dinyatakan oleh History Channel.
Walaupun kurang dikenal, Hancock juga merupakan kontestan dalam pemilihan presiden AS pertama melawan George Washington, menerima hanya empat suara karena Washington sangat disukai.
Hancock meninggal pada usia 56 tahun pada tanggal 8 Oktober 1793, dan dimakamkan di Pemakaman Granary di Boston.
Similar Posts:
- Dapatkan Jersey Pilihan Pertama WNBA Paige Bueckers Sekarang: Begini Cara Membelinya!
- Mengapa Pemilik Rumah Amerika Terjebak Fenomena ‘Lock-In’: Temukan Alasannya!
- Studio Legendaris Johnny Cash Dijual: Temukan Harga Fantastis $4.65 Juta!
- Bintang NBA Kevin Durant Jual Townhome di Oklahoma City: Harga Mulai dari $35!
- Dapatkan Diskon 30% Kasur Terbaik dari Leesa: Promo Besar-Besaran 4 Juli!

Bergairah dalam menganalisis pasar ekonomi, Alice M. Carter bergabung dengan THE NORTHERN FORUM dengan sebuah misi: membuat konsep keuangan dapat diakses oleh semua orang. Dengan lebih dari 10 tahun pengalaman di bidang jurnalisme ekonomi, ia memiliki spesialisasi dalam tren ekonomi global dan kebijakan keuangan AS. Ia sangat yakin bahwa pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi adalah kunci menuju masa depan yang lebih terinformasi.